Padang — Sentuhan kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Muhibuddin, S.H., M.H., kembali terlihat dalam momen strategis pembinaan internal, Rabu (4/2/2026). Di ruang kerjanya, orang nomor satu di jajaran Kejati Sumbar itu secara langsung menerima para Pejabat Eselon IV yang baru dilantik dan resmi bergabung, sebuah pertemuan yang bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal pembentukan ritme kerja dan budaya integritas di lingkungan institusi penegak hukum tersebut.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab namun sarat makna. Muhibuddin tidak hanya bertindak sebagai pimpinan formal, tetapi tampil sebagai figur pembimbing yang memberi arah jelas kepada para pejabat baru. Didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat serta jajaran Asisten, Kajati menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah moral yang harus dijaga dengan kesungguhan.
Momentum ini menjadi ajang perkenalan yang lebih dalam daripada sekadar mengenal nama dan jabatan. Muhibuddin menempatkan silaturahmi sebagai fondasi penting dalam membangun soliditas internal. Menurutnya, kekuatan institusi penegak hukum tidak hanya bertumpu pada aturan, tetapi juga pada kekompakan, komunikasi, dan kesamaan visi di antara para pejabatnya.
Dalam arahannya, Muhibuddin memberi penekanan kuat pada tiga hal utama: kecepatan beradaptasi, profesionalisme kerja, dan integritas tanpa kompromi. Ia mengingatkan bahwa pejabat yang baru bergabung harus mampu membaca dinamika organisasi secara cepat, memahami pola kerja, serta menjaga ritme koordinasi lintas bidang. Adaptasi yang lambat, menurutnya, bisa menghambat efektivitas kinerja lembaga.
Profesionalisme juga menjadi sorotan utama. Muhibuddin menegaskan bahwa setiap keputusan, tindakan, dan kebijakan yang diambil harus berdasar pada aturan hukum, prosedur, serta pertimbangan objektif. Tidak ada ruang bagi sikap serampangan dalam institusi yang memikul tanggung jawab besar terhadap penegakan hukum dan kepercayaan publik.
Namun, pesan paling tegas yang disampaikan adalah soal integritas. Di hadapan para pejabat baru, Muhibuddin menekankan bahwa integritas adalah benteng utama aparat penegak hukum. Tanpa integritas, kecerdasan dan kemampuan teknis tidak akan berarti. Ia mengingatkan bahwa setiap pejabat Kejaksaan membawa nama institusi dalam setiap langkahnya, baik di dalam maupun di luar kantor.
Kehadiran Wakajati dan para Asisten dalam pertemuan tersebut juga memperlihatkan bahwa pembinaan pejabat baru bukan tugas satu orang, melainkan komitmen kolektif pimpinan. Struktur kepemimpinan Kejati Sumbar tampak solid dalam memberikan dukungan moral dan arahan strategis agar para pejabat Eselon IV dapat segera menyatu dengan kultur kerja yang telah dibangun.
Pertemuan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Kejati Sumbar terus menata kekuatan internalnya. Di bawah kepemimpinan Muhibuddin, pendekatan pembinaan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga personal. Ia memilih jalur dialog langsung untuk memastikan pesan-pesan penting tersampaikan tanpa sekat birokrasi.
Bagi para pejabat Eselon IV yang baru, momen ini menjadi titik awal perjalanan karier di Sumatera Barat dengan bekal pesan yang jelas: bekerja dengan hati, menjunjung hukum dengan integritas, dan menjaga nama baik institusi di setiap tugas yang diemban.
EYS
